Saran dr. Andani Soal Sekolah Tatap Muka di Padang dan Cara Lepas dari PPKM Level 4

Saran dr. Andani Soal Sekolah Tatap Muka di Padang dan Cara Lepas dari PPKM Level 4

Padang, - Kota Padang masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 18 Oktober mendatang. Sejak dua bulan lalu, Ibu Kota Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) ini tak pernah lepas dari pembatasan level tertinggi ini.

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, dr. Andani Eka Putra, menyebut jika mau turun level, Kota Padang harus meningkatkan capaian vaksinasi minimal sama dengan nasional, yakni 45 persen. Saat ini, capaian vaksinasi Kota Padang sekitar 40 persen kurang.

“Secara epidemiologi, Kota Padang sebetulnya sudah bisa turun level. Namun, dalam perjalanan saat akan turun level, peraturan berubah. Indikatornya adalah capaian vaksin. Sehingga mau tak mau, Padang tetap level 4, ” kata Andani yang juga Kepala Laboraorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas (Unand), ketika berbincang dengan , Jumat (8/10/2021).

Berbeda dengan Kabupaten Agam, yang bisa turun level ketika peraturan belum berubah. Meskipun sebetulnya capaian vaksinasi di Agam juga belum optimal.

“Nah, kini Padang itu terikat dengan aturan (capaian) vaksin. Kalau mau turun level, tingkatkan (vaksinasi), ” tegasnya.

Bicara tentang pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Padang, Andani menilai memang tak masalah. Meskipun dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) belum boleh, karena masih PPKM Level 4.

“Bisa saja (PTM), karena secara epidemiologi Kota Padang memang sudah sangat jauh lebih baik. Positivity Rate(PR/tingkat temuan kasus) 2 sampai 3 persen,  Fatality Rate (FR/angka kematian) juga rendah. Ini mirip kondisi di awal-awal pandemi dulu, ” jelasnya.

Namun demikian, ia menyarankan agar Pemko Padang berkoordinasi dengan Mendagri. Sebab, kalau tidak, tetap seperti terkesan membangkang dengan aturan (pusat).

Mitigasi Pandemi

Lebih jauh Andani menjelaskan, sebetulnya menurunnya kasus Covid-19 hampir di seluruh Indonesia, termasuk Kota Padang, bukan karena protokol kesehatan (prokes). Tetapi, justru karena longgarnya prokes saat terjadinya kasus di awal-awal.

“Jadi, karena prokes longgar, virus menyebar dengan cepat. Kemudian, terbentuk herd immunity secara alami. Nah, untung saja fatality rate tidak tinggi. Bayangkan, kalau sekitar 20 persen, berapa yang harus meninggal, ” ungkap pakar penyakit infeksi ini.

Oleh sebab itu, menurut Andani, kondisi sekarang harus menjadi pelajaran untuk membangun mitigasi. Sebab, ke depan bisa jadi akan muncul virus-virus baru yang kemungkinan lebih mematikan.

“Pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah. Mari kita bangun mitigasi, ketahanan kesehatan, infrastruktur, termasuk terus mengedukasi masyarakat, ” imbaunya. (**) 

Afrizal

Afrizal

Previous Article

Cakupan Vaksinasi di Padang Terus Dikebut Wako...

Next Article

Mahasiswa UNP Dinobatkan Sebagai Putri Parwisata...

Related Posts

Peringkat

Profle

Afrizal verified

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 287

Postingan Tahun ini: 2881

Registered: Sep 25, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 260

Postingan Tahun ini: 2450

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 188

Postingan Tahun ini: 2414

Registered: Sep 22, 2020

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 108

Postingan Tahun ini: 544

Registered: May 7, 2021

Profle

Joni Hermanto

Diduga Kubur Pasien Negatif Covid Dengan Cara Pemakaman  Positif. RSUD Panglima Sebaya Digruduk Masa
Kejaksaan Agung Perintahkan Kajati sumbar dan Kajari Pessel Segera Eksekusi Bupati Pessel
Ronny D Daniel, Pejuang Kemanusiaan Itu Tutup Usia
Zelki Ladada 'Si Anak Petani' Harumkan Nama Provinsi Gorontalo

Follow Us

Recommended Posts

Berantas Rabies, Pemprov. Sumbar Gandeng Organisasi Buru Babi 
Heboh 2 Orang Tewas dalam Rumah di Padang, Diduga Dibunuh Pencuri
Dosen UNP Presentasi Komunikasi Organisasi di Bimtek UPTD LDPI Disdikbud Padang
Syukuran Renovasi Pasar Bawah, Wako Bukittinggi: Terimakasih Kepada Semua Pihak Sehingga Pekerjaan Ini Cepat Selesai
Syukuran Renovasi Pasar Bawah, Wako Bukittinggi: Terimakasih Kepada Semua Pihak Sehingga Pekerjaan Ini Cepat Selesai